Postingan

Menampilkan postingan dengan label puisi

Waktu Yang Hilang, Kau Masih Dan Selalu Pergi

Do you know? I can't speak English, but I wanted to use it. I can speak Indonesians, and I always use it. Now, I want to try to make a poem. Sawetara aku ora bisa Nglamunake rupamu kang mulya Nanging sliraku ora lilo Nalika kowe ilang klelep donya Sekar ireng ana pintu Cemantel kintaka saka kowe Tok critakno opo anane uripmu saiki Tok janjeni arep bali nggo awakku Gita cendhak bab tresnomu Menehi aku kekarepan Sumadya suk mben bisa ketemu maneh Lan nyawang mustika aneng mripatmu Lumantar sonyane loka iki Aku wus ngenteni, aglisa mrene! Aben jago kluruk aku eling kowe Aben ratih mertamu aku ndongakke koe Neng, apa ya kowe ora krasa Neng, apa dongaku ora tekan kana Oneng tyas oneng... Larane prana ini manjing nuswa mala Rungakna! Tanggapana! Aku tresno kenyarmu Andaru, andakara, kabeh yo andika Sasmita ala sliramu wis nang nirwana Umpamane nyatan koe lunga Adine kalpika wis ra guna Karana kahyun yo udu duwekku Gari paramarta dadi pamungkasing cri...

Karya Fahni Buatku

Ku pahat puisi rindu Diatas daun randu Ku tatap foto wajahmu Di atas batu berdebu Mendegup kencang bayangmu Di dalam otak tengahku Memegang erat senyummu Di lapisan kalbu Saat debu menutup mataku Tapi ku kan tetap menatap Menatap wajahmu nan rupawan Saat daun runtuh Seruntuh semangatku Tapi ku kan coba tuk tegar Dengan kerinduan karnamu Ku teguk senja nan mulai memancar Terpanjat di anganku Bayangmu yang menggapai mentari Mentari yang mulai lusuh tuk bersinar Tapi bayangmu akan tetap Tetap memancar dalam kalbuku Sepanjang riwayat hayatku

Fahni's Short Message Service

Awal ku berjumpa Menatap mata nan bersinar Terpanjar dari kalbu Siapakah kamu? Kujalani hari Dengan penuh bayangmu Berharap kau pikirkanku Walau mustahil dalam hayatku Berhari-hari kulewatkan akan senyummu Yang membawaku menembus awan biru Menembus langit nan kelabu Tapi saat badai menyambar Lintar menerkam Membuatku terdiam Dalam kegelapan malam Berharap akan sebuah keajaiban Menanti sebuah pertolongan Kurekatkan jemariku dengan erat Menutup mata dengan sejuta ribu harapan Bahwa kau kan datang dan pelukku Dan membawaku lepas dari badai kejam di hatiku

Fahni's Short Message Service (First)

Apakah itu semua salah Jika rasa ini hanya untukmu Apakah itu semua salah Jika ku ingin kau tetap disampingku Apakah ku harus mati Agar kau senang kembali Ku tau kau membenciku Ku tau bahwa kau benci aku Tapi ku mohon kepadamu Kembalilah seperti dulu Bunuhlah aku jika kau ingin itu Aku ikhlas sepenuh kalbu Siksalah aku semaumu Karena hatiku rela untuk itu Tapi ku mohon padamu Janganlah kau jauhi aku Karnaku tak sanggup untuk itu Tapi ku mohon kepadamu Janganlah kau tinggalkan aku Ku mohon Tetaplah di sampingku Sebagai teman terbaikku...
Tahukah kamu? Isi hatiku saat ku mengenalmu Matamu menggetarkan seluruh urat sarafku Sukaku mengalir bersama kencangnya nadiku Namun ku hanya bisa terpaku pada bayangmu Indah dirimu kian berlalu Terasa sejuk seiring lagu Terasa berat buatku tuk mencintaimu Kucoba bertahan meski waktu menentangku Beribu lara kutunggu Agar ku bisa bersamamu Betapa bodohnya diriku Slalu menunggumu Yang tak pernah bisa tuk menyukaiku Hidupku bagaikan bejana Yang terjatuh begitu saja Dari Tingginya menara Saat ku tahu Bahwa yang kau damba bukanlah aku "Kukira cintaku nyata, Ternyata cinta hanya ilusi sementara" Hanya itu kata yang masih bisa terucap Dari penantian lama yang berujung duka

Our

Rasa yang biasa tlah menjadi luka Mengubah duka semua cita Kejujuran mungkin bisa Membuka kelamnya tabu diriku Tapi mata hatilah yang mampu menuntunmu Terangilah aku Jabat tanganku Melayang kita di keindahan surga Dalam mimpi ku memandangmu dari balik kaca Tetapi kau memberikan senyuman di kenyataan hidupku Yang hapuskan luka Saat ku terjatuh dan didera

Fahni's Short Message Service

Awal ku berjumpa Menatap mata nan bersinar Terpanjar dari kalbu Siapakah kamu? Kujalani hari Dengan penuh bayangmu Berharap kau pikirkanku Walau mustahil dalam hayatku Berhari-hari kulewatkan akan senyummu Yang membawaku menembus awan biru Menembus langit nan kelabu Tapi saat badai menyambar Lintar menerkam Membuatku terdiam Dalam kegelapan malam Berharap akan sebuah keajaiban Menanti sebuah pertolongan Kurekatkan jemariku dengan erat Menutup mata dengan sejuta ribu harapan Bahwa kau kan datang dan pelukku Dan membawaku lepas dari badai kejam di hatiku

SM

Carilah aku , karena aku di sini menunggumu Temuilah aku, karena aku rindu bening matamu Pastikanlah siapa aku, karena aku ingin perhatianmu Tanyalah namaku, karena aku ingin menjawab itu Jabatlah tanganku, karena aku harapkan hangatmu Sebutlah aku, karena desahmu yang aku mau Tunggulah aku, karena aku ingin lihat jerih payahmu Senyumlah padaku, karena itu yang buatku tersipu Coba saja, kau coba, datanglah kemari temani aku Duduklah di sini, dan tertawa bersamaku Angkat dahimu, ku lihat tingkah lucumu Ambil kertas dan penamu, kan ku dukung aksimu Singsingkan lenganmu, kencangkan sabukmu Biar ku teladani sikapmu, dan berjuang bersamamu Hanya saja... bila itu mungkin terjadi

Mengejar Mimpi

Ku hembuskan nafasku ke bumi Kala mentari mulai mengintip dari balik bukit ku dengar nyanyian pejantan saling bersahutan mengalun merdu di hari itu kutapakkan kakiku di jalan yang menopang hidupku jalan yang lurus jalan ‘tuk merajut impian meskipun sejuta derita menghadang namun keinginanku sekuat baja melewati panas yang membakar kulit mengampu beban membakar semangat di penghujung jalan ku temukan segudang ilmu segunung permata dan seberkas cahaya yang dapat menerangi seluruh insan di dunia

Sepi Dalam Penantian

Senandung lugu mengiringi waktuku Melodi melayu tentang kamu Bila jejakku menapak di hatimu Lihatlah itu dengan mata sayu Cerita wajar tanpa kesan Oleh Dina Valentina lama Dalam rinta kasih asmara Menjalar dalam hati nan jelita Insan rawan dalam penantian Yang tak kunjung datang menyapa Sambil melantun aku berpilu Menyongsong rasa anti jemu Sejuk hawa melayani Kunikmati dalam teduh pina Berpandang pada gugusan cinta Terangkai indah dalam sandiwara Tiap detik ku sebut namamu Tiap detik ku termangu bayangmu S'bab kaulah nektar idaman Juga pujangga pelipur lara

Kisah Si Malang

Semarak pesta mendendang Untaian nada berkumandang Kala si Malang begadang Mengais makan kelaparan Berdegup kencang jantung melayang Terpana bulan jatuh di pelataran Kala si Malang jatuh kesakitan Merintih dalam kesederhanaan Moralku musnah terkapar Dirasuki nafsu dunia fana Kala si Malang melonjak kegirangan Nyanyikan lagu tembang di adat Lipatan zamrut di awan Pelangi merah lembayung senja Menyisakan seribu duka Dalam kemalangan hidup Sebatang kara...

Menjelang Valentine

Dalam sepi ku menari Melawan arus kesedihan hidup ini Dalam tangis ku menghening Menanti sang pengobat hati Aku sedih Aku tertatih Kalam menyelubungi diri Mencabik aku tiada henti Simponi malam mengalun syahdu Menenangkan hatiku yang sendu Bila bintang masih gemerlap Membawa aku ke ujung pelita Dalam fajar bertamu Kumenanggung sejuta rindu Walau angin bersiul menepis Naunganku tak akan lusuh Di puncak gunung ku meratap Memecah ombak dan riak Walau nyiur enggan menggumam Tapi coklat tetap tuk belahan jiwa

Balada Cinta Pertama

Saat kelopak mataku terbuka Kumenatap wajah nan rupawan Buatku lemas terkesima Hingga ku tak sanggup lepas Lepas dari badai cinta yang menggelora Akupun terbelenggu dalam senyum sipu Seakan divonis masuk penjara cintamu Satu pertanyaan melekat di kalbu Siapakah dirimu? Fajar yang tertunda tiba Jawabmu teruntai indah di gendang telinga Buat akalku melonjak terpana Karena hanya namamu yang terukhir di sanubari cinta Kuingin kau mengerti rasa ini Kuingin kau pahami gubahan ini Dengarlah... Hati kecilku berkata Bahwa bagiku kaulah insan permata